Address
304 North Cardinal
St. Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal
St. Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

(blimeykito.com) – Di tengah tantangan pandemi, Blimey Kito berhasil mempertahankan usahanya melalui berbagai inovasi produk dekorasi rumah yang menggabungkan sentuhan modern dengan kekayaan budaya lokal Jambi. Brand ini menghadirkan berbagai produk seperti cushion cover, placemat set, table runner, permadani, hingga traveling blanket dengan ciri khas perpaduan kain batik Jambi.
Brand yang dirintis oleh Librendah sejak tahun 2019 ini fokus mengangkat wastra lokal dalam konsep desain modern eclectic style. Meski tergolong baru, produk-produk Blimey Kito mendapat respons positif dari pasar karena tampil unik dan berbeda.
Peluncuran perdana Blimey Kito dilakukan di Semarang saat mengikuti program inkubasi bisnis. Saat itu, produk cushion cover berbahan kombinasi batik Jambi menarik perhatian pengunjung, bahkan beberapa produknya dibawa ke luar negeri sebagai cenderamata acara internasional.
Promosi melalui media sosial dan berbagai pameran UMKM turut membantu perkembangan brand ini. Blimey Kito juga aktif mengikuti event yang digelar pemerintah daerah, perbankan, hingga kegiatan nasional untuk memperkenalkan produk kreatif asal Jambi.
Ketika pandemi Covid-19 mulai berdampak pada berbagai sektor usaha, Blimey Kito memilih beradaptasi dengan menghadirkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka meluncurkan masker kain 3 ply, traveling sajadah, serta produk multifungsi dengan konsep 2 in 1 yang menjadi ciri khas brand tersebut.
Selain fokus pada kualitas dan desain eksklusif, setiap produk dibuat secara handmade dengan tetap melibatkan pengrajin lokal, khususnya pembatik Jambi. Melalui produknya, Blimey Kito ingin memperkenalkan filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam motif batik Jambi kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi founder Blimey Kito, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal dan pelestarian budaya daerah.